Contoh Makalah Myanmar

Minggu, 29 April 2012


Makalah Myanmar
IXD 



Anggota:
~Ujang Rahmat
~Wawan Sutiawan
~Iim Imana






Kota terbesar            Yangon
Bahasa resmi             Myanmar
Pemerintahan            Sistem presidensial
 -          Presiden         Thein Sein
 -          Wakil Presiden          Tin Aung Myint Oo
Sai Mauk Kham
Kemerdekaan
 -          Dari Britania Raya    4 Januari 1948
Luas
 -          Total   678,500 km2 (39)
 -          Air (%)           3,06%
Penduduk
 -          Perkiraan 2006         51.000.000 (29)
 -          Sensus -          -
 -          Kepadatan      63/km2 (105)
PDB (KKB)     Perkiraan 2005
 -          Total   US$74,1 miliar (63)
 -          Per kapita       US$1.364 (165)
Mata uang      Kyat (MMK)
Zona waktu    (UTC+6:30)
Lajur kemudi             kanan
Ranah Internet          .mm
Kode telepon             95

Republik Persatuan Myanmar (juga dikenal sebagai Birma, disebut "Burma" di dunia Barat) adalah sebuah negara di Asia Tenggara. Negara seluas 680 ribu km² ini telah diperintah oleh pemerintahan militer sejak kudeta tahun 1988. Negara ini adalah negara berkembang dan memiliki populasi lebih dari 50 juta jiwa. Ibu kota negara ini sebelumnya terletak di Yangon sebelum dipindahkan oleh pemerintahan junta militer ke Naypyidaw pada tanggal 7 November 2005.
Pada 1988, terjadi gelombang demonstrasi besar menentang pemerintahan junta militer. Gelombang demonstrasi ini berakhir dengan tindak kekerasan yang dilakukan tentara terhadap para demonstran. Lebih dari 3000 orang terbunuh.
Pada pemilu 1990 partai pro-demokrasi pimpinan Aung San Suu Kyi memenangi 82 persen suara namun hasil pemilu ini tidak diakui rezim militer yang berkuasa.
 
1.Perubahan nama
Perubahan nama dari Birma menjadi Myanmar dilakukan oleh pemerintahan junta militer pada tanggal 18 Juni 1989. Junta militer mengubah nama Birma menjadi Myanmar agar etnis non-Birma merasa menjadi bagian dari negara. Walaupun begitu, perubahan nama ini tidak sepenuhnya diadopsi oleh dunia internasional, terutama di negara-negara persemakmuran Inggris.

Beberapa negara Eropa seperti Inggris dan Irlandia yang tidak mengakui legitimasi kekuasaan junta militer tetap menggunakan "Burma" untuk merujuk kepada negara tersebut.

PBB, yang mengakui hak negara untuk menentukan nama negaranya, menggunakan Myanmar, begitu pula dengan Perancis dan Jerman. Di Jerman, kementerian luar negeri menggunakan Myanmar, tetapi hampir seluruh media Jerman menggunakan "Burma".

Pemerintah AS, yang tidak mengakui legitimasi kekuasaan junta militer tetap menggunakan "Burma" tetapi mayoritas media besar seperti The New York Times, CNN dan Associated Press menggunakan Myanmar.

Pemerintah junta juga mengubah nama Rangoon menjadi Yangon. Pada tanggal 7 November 2005, pemerintah membangun ibu kota baru, bernama Naypyidaw.

2. Perubahan lagu kebangsaan dan bendera
   Menjadi
Perubahan lagu kebangsaan dan bendera dilakukan pemerintah junta pada tanggal 21 Oktober 2010.
3. Gelombang protes 1988
Meski terkenal akan pelanggaran HAM, Myanmar justru memiliki sejarah protes massa yang panjang. Ketika Indonesia bungkam dengan gerakan bawah tanah di era Soeharto, gelombang protes Myanmar justru menguat sejak dimulainya masa pemerintahan militer Jenderal Ne Win. Tahun 1988, gelombang protes massa Myanmar ini melibatkan pelajar, pejabat sipil, pekerja hingga para biksu Budha. Protes hadir saat Ne Win menggunakan tentara bersenjata demi kudeta militer.

Sejak awal massa Myanmar memang telah menginginkan berakhirnya junta militer ini. . The State Peace and Development Council's (SPDC's) Myanmar mengajukan tuntutan yang populer untuk mereformasi pemerintahan menjadi neo-liberal. Tuntutan reformasi ini terutama berlaku untuk ekonomi, termasuk saat bulan lalu pemerintah Myanmar menarik subsidi BBM.

Protes massa Myanmar memang tak segaduh Amerika yang liberal. Dimana-mana rezim militer masih memegang kendali sosial. Asia Times mencatat, gerakan protes umumnya mulai dalam jumlah kecil dan tersebar. Beberapa bulan terkahir ini misalnya, protes kecil dan damai terus berkelanjutan di ibukota Yangon.

Namun kemarahan publik ini bisa berubah menjadi efek bola salju dan menjadi gerakan massa besar-besaran. Salah satunya yang terjadi di Pakkoku. Setelah bola salju ini pecah, maka perlahan akan kembali menggumpal. Beberapa hari setelah kejadian Pakkoku, 500 biksu kembali berbaris damai di Yangon, Myanmar. Layaknya biksu, New York Times mencatat gerakan ini malah berdoa untuk kedamaian dan keselamatan setelah peristiwa Pakkoku.

Gerakan dalam protes bukan hanya terjadi dari satu pihak saja. Pemerintah Myanmar juga menyikapinya dengan Union Solidarity and Development Association (USDA). USDA tercatat kerap bergabung dalam gelombang protes ini. Organisasi propemerintah ini tercatat bahkan ikut terlibat dalam upaya pembunuhan Suu Kyi di tahun 2003. Meski gagal, aksi tersebut memakan korban simpatisan National League for Democracy (NLD) sebagai gantinya.

“Anggota kelompok ini (USDA) dilatih khusus untuk mengontrol massa dan mengubah protes menjadi aksi kekerasan,” kata seorang Diplomat barat di Yangon pada Asia Times. Dunia Barat mencurigai gerakan ini berada dalam sayap yang sama dengan intelejen Myanmar. Apalagi, setiap aksi protes yang terjadi sangat sulit untuk diliput oleh para jurnalis, termasuk jurnalis internasional. Rekrut anggota juga dicurigai berasal dari para kriminal. Seiring bertambahnya anggota USDA, sekurangnya 600 kriminal juga dilepaskan dari Penjara Yangon. Hingga kini anggota USDA diperkirakan mencapai 2000 orang.

USDA berfungsi menyaingi kelompok pelajar dan biksu Buddha yang vokal dalam aksi protes. Apalagi secara khusus aktivis Myanmar telah memiliki organisasi protes massanya sendiri. Organisasi 88 Generation Student ini didirikan oleh penyair internasional asal Myanmar Ming Ko Naing dan Ko Ko Gyi. Keduanya mendirikan organisasi ini setelah dibebaskan dari 14 tahun penjara, dan cukup populer di mata masyarakat Myanmar. Meski berlabel pelajar, Generation 88 kerap bekerjasama dengan para pekerja, sipil hingga para biksu Buddha.
4. Gelombang protes 2007
Protes dimotori oleh para biksu budha di Myanmar. Pada awalnya para biksu menolak sumbangan makanan dari para jendral penguasa dan keluarganya, penolakan ini menjadi simbol bahwa para biksu tidak lagi mau merestui kelakuan para penguasa militer Myanmar. Aksi demo juga dipicu oleh naiknya harga BBM beberapa ratus persen akibat dicabutnya subsidi. Demo melibatkan ribuan bikshu kemudian meletus diberbagai kota di Myanmar, para warga sipil akhirnya juga banyak yang mengikuti. Pemerintah Junta Militer melakukan aksi kekerasan dalam membubarkan demo-demo besar ini, Pagoda-pagoda disegel, para demonstran ditahan, dan senjata digunakan untuk membubarkan massa. Banyak biksu ditahan, beberapa diyakini disiksa dan meninggal dunia. Sepanjang Gelombang protes terjadi belasan orang diyakini menjadi korban, termasuk seorang reporter berkebangsaan Jepang, Kenji Nagai, yang ditembak oleh tentara dari jarak dekat saat meliput demonstrasi. Kematian warga Jepang ini memicu protes Jepang pada Myanmar dan mengakibatkan dicabutnya beberapa bantuan Jepang kepada Myanmar.
Akar permasalahan gelombang protes
Etnis Birma, berasal dari Tibet, merupakan etnis mayoritas di Myanmar. Namun, etnis Birma adalah kelompok yang datang belakangan di Myanmar, yang sudah lebih dahulu didiami etnis Shan (Siam dalam bahasa Thai). Etnis Shan pada umumnya menghuni wilayah di sepanjang perbatasan Thailand-Myanmar. Sebelum etnis Birma datang, selain etnis Shan, sudah ada etnis Mon, yang menghuni wilayah selatan, juga dekat perbatasan dengan Thailand.
Sebagaimana terjadi di banyak negara, di antara tiga etnis utama di Myanmar ini terjadi perang. Satu sama lain silih berganti menjadi penguasa di daerah yang dinamakan Birma, kini Myanmar. Inilah yang terjadi, perebutan kekuasaan, sebelum kedatangan Inggris pada tahun 1885.
Ada juga etnis lain di Myanmar, yang kemudian turut meramaikan ketegangan politik sebelum penjajahan dan pasca-penjajahan Inggris. Misalnya, ada etnis Rakhine, lebih dekat ke Bangladesh.
Saat penjajahan, berbagai kelompok etnis ini berjuang untuk mengakhiri penjajahan. Setelah penjajahan berakhir dan merdeka pada tanggal 4 Januari 1948, makin terjadi kontak lebih ramah antara etnis Birma dan semua etnis non-Birma.
5.  Birmaisasi
Aung San, ayah dari Aung San Suu Kyi, bersama U Nu adalah tokoh utama di balik kemerdekaan dan menjadi pemimpin negara. Akan tetapi, pada tahun 1962, militer yang didominasi etnis Birma mengambil alih kekuasaan negara. Ne Win adalah otak di balik kudeta itu.
Cikal bakal junta militer sekarang (disebut sebagai Dewan Negara untuk Perdamaian dan Pembangunan / SPDC) berasal dari kekuasaan Ne Win itu. SPDC sendiri didominasi oleh etnis Birma. Konfigurasi kekuasaan hak pun menjadi tidak berimbang antara etnis Birma yang mendominasi dan etnis non-Birma yang merasa ditindas. Sehingga muncullah perlawanan dari beberapa etnis non-Birma, termasuk etnis Karen, yang mendominasi wilayah pegunungan di utara, yang dikenal sebagai golden triangle (segitiga emas).
Birma memilih cara apa pun untuk mencegah hal itu terjadi. Sejak 1960-an, terjadilah diaspora warga Myanmar. Berbagai warga Myanmar dari kelompok etnis kini tinggal di Thailand, Bangladesh, Cina, Laos, dan India. Semua negara ini berbatasan langsung dengan Myanmar.
Kemenangan kubu demonstrasi, pimpinan Aung San Suu Kyi pada Pemilu tahun 1990, tak dikehendaki oleh kelompok etnis Birma. Kubu Suu Kyi dan dan etnis non-Birma lainnya merupakan ancaman bagi supremasi etnis Birma. Kemenangan Suu Kyi pun dihadang. Kekuasaan direbut. Beginilah yang terjadi seterusnya dan seterusnya.
Pembagian administratif
Myanmar dibagi menjadi tujuh negara bagian (pyine) dan tujuh region, yang sebelum Oktober 2010 disebut "divisi" (yin).[1] Region-region sebagian besar dihuni oleh etnis Bamar, sementara negara bagian (Pyinè.svg) sebagian besar dihuni etnis-etnis minoritas tertentu. Setiap negara bagian dan region kemudian dibagi lagi menjadi distrik-distrik.








6. Region
61 Region Irrawaddy
Region Bago
Region Bago ( dahulu Divisi Bago dan Divisi Pegu) adalah sebuah region di Myanmar yang terletak di selatan pusat negara. Bago berbatasan dengan Region Magway dan Region Mandalay di utara; Negara Bagian Kayin, Negara Bagian Mon dan Teluk Martaban di timur; Region Yangon di selatan dan dengan Region Ayeyarwady dan Negara Bagian Rakhine di barat. Tempat ini terletak pada koordinat 46°45'LU dan 19°20'LU dan 94°35'BT dan 97°10'BT.
Region Magway
Region Magway ( dahulu Divisi Magway atau Divisi Magwe) adalah sebuah region yang terletak di pusat Myanmar antara garis lintang utara 18° 50' dan 22° 47' serta garis bujur timur antara 93° 47' dan 95° 55'. Region ini berbatasan dengan Region Sagaing di utara, Region Mandalay di timur, Region Bago di selatan, serta Negara Bagian Rakhine dan Negara Bagian Chin di barat. Region Magway adalah divisi terbesar ke tujuh di Myanmar dengan luas 17.306 kilometer persegi.
   
Region Mandalay
Region Mandalay ( diucapkan [má?d?lé tái?], dahulu Divisi Mandalay) adalah sebuah region di Myanmar. Terletak di pusat negara, berbatasan Region Sagaing dan Region Magway di barat, Negara Bagian Shan di timur, dan Region Bago dan Negara Bagian Kayin di selatan. Ibukotanya terletak di Mandalay. Di selatan region terletak ibukota nasional Naypyidaw. Region ini terdiri dari tujuh distrik, yang dibagi ke dalam 30 kota-kota dan 2.320 desa bangsal dan saluran.

Region Sagaing
Region Sagaing adalah sebuah region di Myanmar, terletak di bagian utara-barat negara itu antara lintang 21 ° 30 'utara dan bujur 94 ° 97' timur. Region ini berbatasan dengan India (Nagaland dan Manipur) di utara, Kachin dan Shan, dan Mandalay di timur, Mandalay dan Region Magway di selatan, dengan Sungai Ayeyarwady membentuk sebagian besar batasnya timur dan selatan , dan Negara Bagian Chin dan India di barat. Region ini memiliki luas wilayah 93.527 km², dan populasi (1996) lebih dari 5.300.000. Ibukotanya adalah Sagaing.
   
Region Tanintharyi
Region Tanintharyi adalah sebuah region di Myanmar, yang meliputi bagian selatan negara panjang dan sempit itu di Tanah Genting Kra. Region ini berbatasan dengan Laut Andaman di barat dan Thailand di timur. Di sebelah utara adalah Negara Bagian Mon. Ibu kota region ini terletak di Dawei (Tavoy). Kota penting lainnya adalah Myeik (Mergui) dan Kawthaung. Region ini meliputi wilayah 43.328 km², dan perkiraan populasi 1.360.000 pada 2000. Kode ISO 3166-2 untuk region ini MM-05.
  
 Region Yangon
Region Yangon adalah sebuah region di Myanmar. Terletak di jantung Myanmar, region ini berbatasan dengan Region Bago di sebelah utara dan timur, Teluk Martaban di selatan, dan Region Irrawady di barat. Region ini wilayah paling berkembang di negeri ini. Region ini memiliki luas 10.170 km² (3,927.15 mil persegi).

5.2 Negara bagian   
Negara Bagian Chin 
Negara Bagian Kachin
Negara Bagian Kachin adalah negara bagian utara Myanmar. Hal ini berbatasan dengan China ke utara dan timur Negara Bagian Shan di selatan, dan Divisi Sagaing dan India di barat. Negara Bagian Kachin terletak antara lintang utara 23 ° 27 'dan 28 ° 25' bujur 96 ° 0 'dan 98 ° 44'. Luas Kachin Negara adalah 89.041 km2 (34.379 sq mi). Ibu kota negara adalah Myitkyina. Kota penting lainnya adalah Bhamo. Negara Bagian Kachin memiliki gunung tertinggi Myanmar, Hkakabo Razi (5.889 meter (19.321 ft)), membentuk ujung selatan Himalaya, dan sebuah danau besar pedalaman, Danau Indawgyi.   
Negara Bagian Kayin (Karen)   
Negara Bagian Kayah (Karenni)   
Negara Bagian Mon
Negara Bagian Mon adalah negara bagian di Myanmar. Terletak di Negara Bagian Kayin antara di sebelah timur, Laut Andaman di sebelah barat, Divisi Bago di utara dan Divisi Taninthary di selatan, dan memiliki perbatasan pendek dengan Thailand di Provinsi Kanchanaburi ujungnya bagian selatan-bagian timur. Luas tanah 12.155 km ². Negara bagian Mon mencakup banyak pulau kecil sepanjang 566 km yang garis pantai. Ibukotanya adalah Mawlamyaing.  
Negara Bagian Rakhine (Arakan) 
Negara Bagian Shan
Kelompok etnis di Myanmar
    Bamar/Birma. Dua pertiga dari total warga Myanmar. Beragama Buddha, menghuni sebagian besar wilayah negara kecuali pedesaan.
    Karen. Suku yang beragama Buddha, Kristen atau paduannya. Memperjuangkan otonomi selama 60 tahun. Menghuni pegunungan dekat perbatasan dengan Thailand.
    Kayah. Etnis yang beragama Buddha yang berkerabat dengan etnis Thai.
    Arakan. Juga disebut Rakhine, umumnya beragama Buddha dan tinggal di perbukitan di Myanmar barat.
    Mon. Etnis yang beragama Buddha yang menghuni kawasan selatan dekat perbatasan Thailand.
    Kachin. Kebanyakan beragama Kristen. Mereka juga tersebar di Cina dan India.
    Chin. Kebanyakan beragama Kristen, menghuni dekat perbatasan India.
    Rohingya. Etnis yang beragama Islam yang tinggal di utara Rakhine, banyak yang telah mengungsi ke Bangladesh atau Thailand.

1 komentar:

Jung Young Hyo mengatakan...

Terimakasih atas informasinya..
Sangat membantu..

Poskan Komentar